Selasa, 25 November 2014

Tiga Sajak Pendek Tentang Shin


NB: Gambar diambil dari Google


Shin, 
di wajahmu putik-putik nyeri berlomba memajang diri; memiuh jejak di sisa hari. menetak rindu di pinggiran hati agar rindu tak lagi pergi.

Shin,
dalam rindu paling syahdu, kau menjelma puisi di ujung kata; persinggahan rasa di telaga aksara, penawar dahaga di anjungan bahtera.

Shin,
selayaknya hujan, kurindukan engkau dalam tiap perjalanan kemarau. dalam genang yang melebur kenang. dalam rindu yang memagut waktu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar