NB: Gambar diambil dari Google
:Hawa Bersyair
aku bertemu seorang hawa, di telaga kata, pada senja
waktu melibas aksara, menuakan usia, hingga aku dan dia selayak
kembara, terperangkap dalam kerangkeng masa.
aku bertemu seorang hawa, di muara setangkup pedih, seolah peniti
berbaris merajut luka di bilah-bilah nadi. menghadirkan perih.
mengalirkan deras kenang dalam fragmen yang berloncatan.
menebarkan aroma dendam. aku dan dia menjelma bidara, mencari
cahaya di hutan suaka.
aku bertemu seorang hawa, di tingkap ratap, mengharap waktu mampu
menghentikan laju hikayat, mengembalikan almanak yang terkoyak.
ini dada masih sebak, dicumbu tanya tak berjawab, tentang cinta yang tak
kuasa dimaknai dalam hampa tak terucap.
aku bertemu seorang hawa
bersunting purnama
dan airmata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar