NB: Gambar diambil dari Google
Dari tadi aku berkali-kali melirik jam mungil yang melingkari pergelangan tangan kiriku. Mengapa kau tak juga sampai? Oh, tidak! Jangan katakan kalau Pak Tua, si Boss-mu tersayang itu lagi-lagi menahanmu. Ayolah, ini akhir pekan. Kau bahkan nyaris memberi 24 jam waktumu selama 6 hari penuh untuknya.
Matahari semakin meninggi. Lukisan langit di atas
kepalaku didominasi warna biru cerah. Warna kesukaanmu. Awan-awan putih berarak
manja memuja keluasan jagad. Angin semilir bertiup tenang, meredam semburan
murka penguasa panas. Tapi kau tak juga menampakkan batang hidungmu di depan
mataku. Hemmm, tak mengapa, aku akan bersabar menunggu kepulanganmu. bukankah
kesabaran itu yang membuat hubungan kita bertahan sampai hari ini?
Sambil menunggumu, aku memutuskan untuk kembali ke
kamar. Membungkukkan badanku, mengulurkan tangan dan mengeluarkan sebuah kotak
persegi panjang yang sudah agak berdebu dari kolong tempat tidur. Kutiup debunya,
lalu kubuka perlahan tutupnya. Kau masih ingat benda apa yang kusimpan di kotak
itu? Ya, kau benar. Biolaku. Hadiah ulang tahun darimu setahun yang lalu.
Biolaku masih tetap berkilat seperti saat pertama
kalinya aku menerimanya darimu. Senar-senar yang masih utuh dan mengeluarkan
harmonisasi suara yang memukau. Entah, tapi aku tergerak untuk kembali
memainkannya untukmu, anggap saja sebagai caraku membunuh sepi.
Aku bergegas menenteng biolaku, membawanya ke ladang
ilalangku yang kian subur dan tinggi. Hijau terhampar seluas mata memandang,
tapi aku belum melihat bayanganmu. Mungkin kau sedang mengistirahatkan diri di
akar pohon besar yang menyembul di hutan sana, melemaskan otot-otot kakimu yang
lelah berjalan. Aku selalu memiliki kesabaran lebih jika itu menyangkut kau.
Kusampirkan biolaku ke bahu, dan mulai menggesek
dawai-dawainya. Memainkan lagu tanpa nama yang tiba-tiba saja terpikir di
benakku. Kuharap, dalam radius berapa puluh meterpun, kau mampu mendengarkan
suara permainan biolaku yang disebarkan bayu ke delapan penjuru mata angin. Isinya
hanya satu, Wa: Senandung Selamat Datang, untukmu. Separuhku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar